*semasa SD*
“Alexa!!!”
“Alexi!!!”
“Bagaimana dengan nilaimu?? Bagus tidak?!!” Alexa bertanya.
Alexa Virgian Sergioz dan Alexi Virgian Sergioz adalah 2 orang anak kembar yang saling mengasihi, bahkan saling berbagi. Alexa mempunyai karakter yang hampir sama dengan kembarannya itu, yaitu tinggi, berparas cantik, pintar (bahkan jenius), baik hati, kaya raya (namun, tak membuatnya sombong), senyumnya selalu dihiasi dengan lesung pipinya, namun Alexa sangat sensitif dan mudah marah. Sementara karakter Alexi sama dengan karakter kakak kembarnya itu, namun Alexi tidak mempunyai senyuman seperti kakak kembarnya itu dan lebih penyabar daripada Alexa. 2 anak kembar ini hampir setiap hari selalu bersama. Di sekolah, mereka juga berteman baik dengan semua orang. Karena Alexa dan Alexi adalah anak-anak yang jenius, mereka pun bersekolah di sekolah yang paling elite dan bahkan paling mewah di Jakarta, yaitu Christian Elementary School. Mereka berdua mempunyai seorang sahabat yang bernama Samuel Dion Zinade. Samuel adalah seseorang yang baik, penyayang, berparas “lumayan”, kaya raya (sama dengan yang lainnya, ia pun tidak sombong), dan yang paling penting Sam (panggilan dari Samuel) sangat penyabar terhadap kedua sahabatnya itu, terlebih lagi kepada Alexa. Pada hari ini, sekolah Alexa, Alexi, dan Sam mengadakan perpisahan pada angkatan mereka bertiga. Jadi, sekarang mereka bertiga akan melanjutkan sekolah ke tingkat SMP.
“Nilaiku hampir sempurna. Nilaimu??” Jelas Alexi.
“Yah, seperti biasa.” Jawab Alexa dengan senyum khasnya (dengan lesung pipi).
“Berarti bagus dong!!! Coba pinjam, aku mau liat!!” Kata Alexi.
“Nih!!!” Jawab Alexa sambil memberikan rapornya kepada Alexi.
“Hallo teman semua!!!” Sam datang sambil menyanyikan lagu kesukaannya yang tak pernah tak keluar dari mulutnya. Kedatangan Sam dengan lagu anehnya itu (begitu sebutan saudara kembar itu terhadap lagu kesukaan sahabat mereka itu) membuat Alexa dengan Alexi terlonjak kaget.
“Heh!!! Kamu itu bikin orang jantungan aja..!!!” Jelas Alexa sambil marah-marah.
“Iya!!! Kamu tuh bikin orang mati jantungan gara-gara lagu gajemu itu tau!!! Untung di sini ngga’ ada si Serra ya. Kalo ngga’, kamu udah ditaboki tau!!!” Jelas Alexi panjang-lebar.
“Huakakakakakaka!!!” Mereka tertawa mendengar nama Serra. Serra adalah temen sekelas mereka yang terkenal paling mudah dikerjai. Namun, ia pula yang paling sadis perlakuannya. Iiiiihh!!! Sereem!!!
“Iya..iya.. Maaf deh kalo gitu.!! Ngiming-ngiming, lagi ngapain nih??”
“Ini, lagi tukaran rapor. Gimana nilaimu? Bagus ngga’? Ranking berapa?” Tanya Alexa bertubi-tubi.
“Duuuhh… Kalo nanya satu-satu dong! Bingung nih mau jawab yang mana duluan!!!” keluh Sam.
“Ya udah, nilai rapormu gimana? Bagus ngga’??” Tanya Alexa dengan nada yang diperlambat (maksudnya, agar Sam mendengar dan mengerti!).
“Yhee… Ngga’ usah lemet banget ngomongnya kalii!! Gitu aja marah!! Iya, nilaiku lumayanlah untuk bisa diluluskan. Nilai kalian berdua gimana?” Jelas Sam.
“Nilaiku bagus-bagus aja.” Jawab Alexa.
“Kalo kamu gimana??” Tanya Sam sambil memanggil Alexi.
“Woy.. Woooyy… WOOOOOYYY!!!!!!!!” Teriak Alexa.
“Eh iya!!! Kenapa??? Kebakaran kah?? Dimana?? Kapan?? Aduh, kok kalian ngga ada yang ngomong sih?? Jawab dong!!!” Tanya Alexi panjang-lebar sambil melepaskan headset dari telinganya.
“Iya,, ada kebakaran!! Kebakaran di janggutmu..” Jawab Alexa dengan nada marah.
“Eee,, aku ngga’ punya janggut tau.. Emang aku cowok?? Udah.. Sabar aja dah.. Orang sabar tuh disayang....."
“ALFRED!!! Huakakakakaka” Belum selesai Alexi menjelaskan, Sam dan Alexa langsung menyambung sambil tertawa bersama.
“Iiiihh… Apaan sih!!!” Kata Alexi dan mereka pun tertawa bersama ‘lagi’..
“Makanya.. Kalo orang ngomong tuh didengerin...!!!” Sam menasehati Alexi.
“Ya maaf!!! Habis kalian berdua dari tadi kelahi terus sih!! Ya udah, aku dengerin I-pod aja!!” Jawab Alexi.
“Ya udah, gimana nilai akhirmu?? Bagus ngga!!” Tanya Sam.
“Bagus dong!!! Masa’ aku mau kalah sama Alexa? Ngga’ banget deh!!!” Jawab Alexi dengan penuh kesombongan.
“Eee, jadi orang jangan sombong!! Nilai gitu aja sombong!!” Sergah Alexa dengan nada marah.
“Eee... Udah-udah!!! Baru aja damai, udah kelahi lagi!! Aduh, gimana sih??!!!” Lerai Sam. Sikap Sam yang seperti inilah yang membuat 2 saudara kembar itu betah bersahabat dengannya.
“Tapi aku sedih!!” Alexa berkata dengan nada penuh kesedihan.
“Sedih kenapa??” Tanya Alexi berusaha menghibur, karena ia jarang melihat kakak kembarnya itu sedih seperti ini.
“Aku sedih karena aku dan kalian berdua harus pisah sekolah.” Jawab Alexa dengan mata berkaca-kaca.
“Ya ampuun!!! Gara-gara itu. Ngga’ apa-apa kok. Kita kan cuma beda sekolah, bukan berarti persahabatan kita harus putus dong!!” Ucap Sam menenangkan.
“Iya... Sumpah!! Baru kali ini lho aku ngeliat kamu kaya gini. Masa gara-gara itu aja udah nyerah?? Mana Alexa yang ku kenal?? Semangat dong!!! Haduuh..” Alexi berkata dengan nada penuh antusias.
“Bukan masalah itu!!” Ucap Alexa.
Hening sejenak.
“Sam, ikut aku sebentar! Lexi, kamu tunggu di sini dulu ya!!” Pinta Alexa.
“Iya, tapi jangan lama-lama ya!!” Ucap Alexi.
Di taman sekolah...
“Sam, kamu bisa janji sama aku ngga’??” Tanya Alexa.
“Lexa.. Lexa... Kita ini udah bersahabat berapa tahun sih?? Ya bisa lah!!” Jawab Sam.
“Sam... Aku serius!!! Kamu bisa janji sama aku kan??!!!” Pinta Alexa dengan nada kesal.
“Ya, bisa. Emang janji apaan??” Tanya Sam.
“Aku minta sama kamu untuk jagain Lexi selama kita beda sekolah. Kamu bisa tepatin janji kamu??” Ucap Alexa.
“Ya ampuun.. Kirain apaan. Eh, tanpa kamu kasih tau juga aku udah pasti jagain dia lah. Kamu ini gimana sih??” Jawab Samuel dengan nada yang tak bisa dijelaskan.
“Bukan masalah itu. Dia itu saudara aku satu-satunya. Aku ngga’ punya saudara lain lagi selain dia. Aku ngga’ punya sepupu dan sejenisnya. Jadi, kamu bisa pegang janji dan tepati janji kan?? Plisss…” Pinta Alexa.
“Ya pasti aku tepati lah. Tenang aja!!” Sam menjawab dengan tenang.
“Janji???” Tanya Lexa seraya mengangkat jari kelingking kanannya.
“Ya, aku janji!!” Jawab Sam seraya menyambut jari kelingking kanan Alexa.
Kenapa Alexa tiba-tiba kaya gini ya?? Ahh.. Wajarlah!! Lexi kan adiknya, kembarannya pula. Kamu ini mikir apa sih?? Pikir Sam dalam hati sambil mengikuti Alexa yang berjalan di depannya.
“Alexi!!!” Ucap Alexa hingga mengagetkan Alexi.
“Aduuuhh!!! Kalian ini lama banget sih?? Udah gitu, datang-datang ngagetin orang lagi. Dasar orang ngga’ punya kerjaan.” Ucap Lexi geram.
“Ya maaf!!! Orang cuma bercanda aja kok. Gitu aja kok marah??” Jawab Alexa.
“Ya udah. Ayo kita pulang!!” Ucap Lexi sambil menarik tangan Alexa.
“Eh.. Tunggu!!! Pulang???” Tanya Lexa dengan tampang o’onnya.
“Ya iyalah. Orang acaranya udah selesai kok. Ngapain lagi kamu di sini?? Ayo pulang!!” Jawab Alexi sambil kembali menarik tangan Alexa.
“Eiit.. Eiit.. Tunggu.!! Kamu duluan aja sana.!! Aku masih mau bantu beres-beres dulu di sini.” Jawab Alexa dengan nada mengusir sekaligus berbohong.
“Ya udah. Tapi jangan lama-lama ya!! Aku, mama, sama papa nunggu di mobil!!” Ucap Alexi akhirnya.
Kak Lexa tuh kenapa sih?? Kok aneh banget?? Aku tau, pasti tadi itu dia berbohong. Ah sudahlah. Urusan dia!! Pikir Alexi sambil meninggalkan Alexa.
Setelah Alexi pergi, Alexa mulai berbicara pada Samuel.
“Sam, ingat janji aku tadi ya!!” Pinta Alexa.
“Ia.. Siiiaap bos!!! Saya pasti akan menepati janji saya.!!!” Jawab Sam sambil meniru gaya tentara.
“Ya.. ya.. ya... Pak tentara!!!” Ucap Lexa dengan nada mengolok.
“Oke.. Pulang dah sana!!! Sampai ketemu di SMA!!!” Kata Sam.
“Ya.. Mudah-mudahan kita akan 1 sekolah SMA nanti.” Jawab Alexa sambil memeluk Sam.
“Ya.. Jaga diri baik-baik ya. Jangan nakal-nakal!!! Kasian mama kamu udah nyekolahin kamu bagus-bagus.!!” Sam menasehati Alexa.
“Kamu juga!!! Jaga adikku dan jangan sampai ada yang berani mengganggu dia!! Oke??” Pinta Alexa sambil melepas pelukannya.
“Ya ibu!!! Cerewet amat!!! Udah.. Pulang dah sana!!!” Perintah Sam.
“Ya.. Sam, aku pulang ya!! Dadah!!!” Jawab Alexa sambil melambaikan tangan meninggalkan Sam.
“Dah!!!” Balas Sam sambil melambaikan tangan.
Sebenarnya apa yang dialami oleh Alexa??? Tak biasanya dia seperti ini. Tapi, aku juga tidak boleh berpikiran negatif. Ah, sudahlah. Aku yakin dia pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Semangat ya, Alexa!!! Pikir Sam sambil terus menatap punggung Alexa yang terus menjauh dan akhirnya menghilang.
Aku tau. Sam pasti bingung kenapa aku tiba-tiba begini. Huuh.. Suatu saat nanti dia pasti akan tau jawabannya. Pikir Alexa sambil menghembuskan nafas untuk menenangkan diri.
Ada teka-teki besar dalam diri Alexa dan Alexi yang akan menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Dan yang mengetahuinya hanya Alexa dan seseorang di atas sana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar